Sabtu, 30 Januari 2016



Happiness vs Joy

Banyak orang, atau lebih tepatnya semua orang mencari yang namanya kebahagiaan. Ada satu kisah tentang seorang bernama Agustinus Hippo yang mengalami pergumulan hebat, yaitu keinginannya mencari kebahagiaan sejati yang memberi kedamaian. Dalam perjalanannya mencari kebahagiaan, ia melakukan banyak sekali kesalahan. Ia menganggap bahwa ia bisa mendapatkan kebahagiaan di dalam dunia ini. Ia mulai hidup dengan bersenang-senang, ia mencuri, terlibat dalam kenakalan remaja, memiliki gaya hidup yang hedonisme, dan juga sempat mengikuti berbagai aliran filsafat, bahkan di usianya yang masih muda ia hidup dengan wanita yang bukan istrinya hingga mempunyai seorang anak.
Sampai suatu saat ia bertemu dengan Ambrosius yang mempengaruhi hidupnya dan Roh Kudus datang kepadanya melalui suara seorang anak kecil di taman (ia percaya bahwa itu adalah suara Tuhan), Roh Kudus membukakan fikirannya bahwa kebahagiaan sejati tidak bisa ia temukan di dalam dunia ini melainkan Kristus. Ia menyadari bahwa yang ia lakukan selama ini hanyalah sia-sia karena ia tidak menemukan kedamaian yang ia cari. Agustinus mulai berkomitmen untuk memutuskan hubungannya dengan dunia ini dan mulai mencari Tuhan, ia memutuskan melayani Tuhan sampai akhir hidupnya. Kisahnya ini menginspirasi banyak orang termasuk saya sendiri.
Dalam hidup ini sering kali manusia berfikir bahwa apabila ia bisa melakukan segala sesuatu yang menyenangkan di dunia ini maka ia akan mendapatkan kebahagiaan, kita menganggap bahwa kebahagiaan itu berasal dari dunia. Padahal yang sebenarnya kita butuhkan adalah kita bisa merasakan kasih Tuhan yang begitu nyata dalam hidup kita. Ketika kita tinggal dalam persekutuan yang intim dengan Tuhan maka segala kebahagiaan yang kita cari akan kita temukan di dalamNya. Ada satu ruang kosong dalam hati kita yang hanya bisa diisi oleh kasih Tuhan, ketika kita berusaha mengisinya dengan hal dunia, maka saat itulah kita melakukan hal yang sia-sia.
Kebahagiaan berbeda dengan sukacita. Dalam bahasa Inggris kebahagiaan = HAPPINESS sedangkan sukacita = JOY. Apa yang membedakan ? bukankah keduanya terlihat sama ? Kebahagiaan/happiness adalah hal yang sementara (temporary) sedangkan sukacita adalah kebahagiaan sejati (eternal). Ketika kita mendapat kepuasan dari dunia itu berarti sementara dan terbatas, tetapi ketika kita mencari dan mendapat kebahagiaan dalam Tuhan maka hati kita akan terasa damai dan kita tidak perlu lagi mencari kebahagiaan dalam dunia yang terbatas ini, because Christ is more than enough for us.
Tuhan dapat memakai segala cara untuk membawa kita dekat kepadaNya. Ketika Tuhan membuat hati seseorang berbalik kepadaNya, maka kebutaan rohani akan dibukakan, bahwa kebenaran dan kebahagiaan sejati hanya ada dalam Yesus Kristus. Gbu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar