Sabtu, 27 Februari 2016

Bertumbuh dalam Anugerah (Part 3)

Hidup Bersama
            Kita sebagai umat Kristen diciptakan untuk hidup bersama dalam sebuah komunitas yang disebut dengan “Gereja”, karena Gereja juga yang akan menolong kita untuk bertumbuh menjadi Kristen yang dewasa. Gereja ada bukan hanya sekedar tempat berkumpulnya orang-orang Kristen, lebih dari itu Tuhan telah menganugerahkan karunia Roh yang berbeda kepada setiap manusia, namun tujuannya sama, yaitu saling melayani dan mengasihi dalam Gereja sehingga kita sama-sama bertumbuh dan memuliakan Tuhan. Kasih tidak akan berarti apabila kita tidak mempraktekkannya, kita memerlukan saudara seiman untuk menunjukkan anugerah dan kuasaNya dalam hidup kita. Tak jarang kita menemui banyak masalah atau gesekan di antara saudara seiman kita dalam Gereja. Seperti yang telah kita ketahui bahwa besi menajamkan besi dan manusia menajamkan sesamanya, hal ini akan dialami oleh setiap orang sadar atau tidak. Oleh karena itu kita harus belajar untuk tidak  menutup hati kita terhadap orang-orang yang telah menolong kita untuk bertumbuh secara rohani, karena ketika kita menutup hati kita terhadap sesama Kristen, berarti kita juga menutup hati untuk Allah (1 Yohanes 4:20-21), maka kita gagal bertumbuh dalam anugerahNya.

Bertumbuh dalam Anugerah (Part 2)

Prinsip-prinsip Dasar
            Betumbuh dalam anugerah juga berarti kita hidup dalam takut akan Allah. Alkitab mengajarkan kita agar kita bertumbuh dalam ketakutan anak, yaitu kita bertumbuh dengan penuh kasih, hormat, sukacita, dan tetap gentar kepada Allah. Takut terhadap Allah akan menghilangkan rasa takut kita terhadap hal-hal lain yang menghadang hidup kita (Matius 10:26), selain itu akan menjaga kita dari perbuatan dosa dan menghasilkan integritas kita sebagai seorang Kristen. Untuk bisa bertumbuh dalam takut akan Allah kita harus memikirkan bahwa kita dipilih dan Ia yang memelihara hidup kita dengan penuh kasih, bahkan Ia menyerahkan nyawaNya untuk menyelamatkan kita. Ketakutan akan Allah adalah awal dari pertumbuhan rohani yang sejati dan kerinduan untuk mengenalNya adalah hal yang sangat penting, jika kita tidak bertumbuh dalam pengenalan akan Allah itu berarti kita tidak bertumbuh sama sekali. Untuk itu kita harus menggunakan Firman Tuhan untuk menuntun kita (Mazmur 119:105) dan tetap beribadah kepada Allah agar kita bisa mendekat dan mengenalNya lebih dalam. Bertumbuh dalam anugerah juga berati kita harus memikul “Salib” karena salib mendemonstrasikan kasih Allah, dengan salib kita mengerti bahwa Ia sangat mengasihi kita melalui kematianNya. Jadi kita harus rela “dihancurkan” dan dibangun kembali dalam anugerahNya.

Sabtu, 20 Februari 2016

Bertumbuh dalam Anugerah (Part 1)

Kristus adalah Hidupku

            Setiap manusia pasti mengalami pertumbuhan dalam hidupnya, baik bertumbuh secara jasmani maupun rohani, bertumbuh dalam anugerah berarti menjadi Kristen yang dewasa dan serupa dengan Kristus, karena Ia adalah dasar yang benar maka kita harus menjadikannya sebagai fondasi pertumbuhan rohani kita. Ketaatan dan penundukan diri merupakan hal yang penting dalam hal ini, seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus selama menjadi manusia Ia juga taat dan tunduk pada Allah. Pada waktu di dunia, Tuhan Yesus juga mengalami kesulitan dan berbagai pencobaan dalam perjalananNya bertumbuh dalam anugerah, namun Ia berhasil mengatasi hal tersebut sehingga Ia mampu bertumbuh dalam perkenanan Allah (Roma 8:3). Bertumbuh dalam anugerah juga berarti bertumbuh dalam buah Roh Kudus (Galatia 5:22-23), bertumbuh melalui disiplin hidup dan meresponi setiap tantangan yang kita alami dengan anugerah. Untuk bisa bertumbuh dalam anugerah diperlukan pemahaman yang mendalam akan Alkitab dan hubungan yang intim dengan Allah melalui doa, karena melalui doa kita bisa mendapatkan kekuatan dari Allah (Roma 4:20), dan persekutuan dengan umatNya seperti yang dilakukan Tuhan Yesus di Bait Allah pada usia 12 tahun. Jika kita ingin bertumbuh, kita harus terus berusaha untuk menjadi serupa dengan Allah dan memulai untuk mengikuti teladan Tuhan Yesus. Bukanlah hal yang mudah untuk menjadi serupa dengan Allah, keberdosaan manusia membuatnya sulit untuk melakukan perubahan, Oleh sebab itu Tuhan sendiri yang akan menolong setiap kita untuk bertumbuh di dalam anugerah-Nya.

Senin, 08 Februari 2016

God Knows What's Best for You (Yesaya 55:8-9)
          Setiap orang pasti memiliki harapan dalam hidupnya, namun terkadang sebagai manusia kita terlalu memaksakan kehendak kita kepada Tuhan dan berusaha menyetirNya. Apabila kenyataan tidak berjalan sesuai harapan, maka kita menjadi kecewa kepada Tuhan. Ayat ini kembali mengingatkan saya bahwa rencana Tuhan bukanlah rencana manusia, sebaik dan sesempurna apapun saya merencanakan sesuatu, tetap kehendakNya lah yang akan terjadi. Rencana Tuhan lebih tinggi dari apapun dan tidak ada seorangpun yang dapat menyelami fikiranNya. Saya belajar untuk tidak menyalahkan Tuhan dalam setiap keadaan yang terjadi dalam hidup saya meskipun terkadang itu tidak sesuai dengan harapan saya. 
           Suatu ketika saya mengikuti tes di sebuah perguruan tinggi swasta, namun karena saya tidak begitu berminat maka saya hanya mengerjakannya asal-asalan. Sebelumnya saya telah berencana untuk mendaftar di sebuah perguruan tinggi negeri Surabaya, saya telah mempersiapkan nilai raport saya mulai dari kelas 10, saya berusaha agar nilai saya semakin baik hingga saya lulus nanti, dan ini berhasil. Hal ini saya lakukan karena perguruan tinggi negeri yang saya inginkan memiliki salah satu syarat yaitu nila raport SMA harus stabil bahkan terus naik. Namun yang terjadi adalah saya tidak diterima di PTN tersebut, sebaliknya saya diterima dimana saya menjalani tes dengan asal-asalan. Saya sempat tidak percaya dengan hasilnya (baik di PTN maupun PTS) karena di satu sisi saya telah melakukan yang terbaik sedangkan di sisi yang lain saya melakukannya dengan asal-asalan. Namun kembali lagi saya menyadari bahwa rencana Tuhan bukan lah rencana manusia. Saya belajar untuk tetap mempercayaiNya dalam segala hal, tetap bersyukur dan tidak kecewa kepadaNya karena rencana Tuhan pasti yang terbaik. Mungkin saya memang belum memahami dengan betul apa yang sedang Ia kerjakan dalam hidup saya, namun satu hal yang saya percaya, Ia akan memberikan yang terbaik untuk hidup saya.